Selasa, 09 Maret 2010
Senin, 08 Maret 2010
Jumat, 05 Maret 2010
Tugas Makalah Sosiologi tentang Masalah Sosial Sebagai Inspirrasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan upaya pemecahannya
TUGAS MAKALAH
Sosiologi dan Politik
Disusun Oleh:
Nama : Destya Purwaning Tias
NPM : 27209052
Kelas : 1 EB 18
Program Studi : S1
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Mata Kuliah : Sosiologi dan Politik
BEKASI
2010
Mata kuliah : Sosiologi dan Politik
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik Tugas : Masalah Sosial Sebagai Inspirrasi Perubahan (Kasus Kemiskinan)
Dan Upaya Pemecahaannya
Kelas : 1-EB 18
Dateline Tugas : 6 Maret 2010
Tanggal Penyerahan Tugas : 6 Maret 2010
P E R N Y A T A A N
Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini kami buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, kami siap menerima konsekuensi untuk mendapatkan nilai 1/100 untuk mata kuliah ini
P E N Y U S U N
NPM
Nama Lengkap
Tanda Tangan
27209052
Destya Purwaning Tias
Program Sarjana Akuntansi
UNIVERSITAS GUNADARMA
Tahun 2010
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayah serta nikmat diantaranya adalah nikmat sehat, sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas makalah sosilogi dan politik dengan ruang lingkup pembagahasan Masalah Sosial Sebagai Inspirrasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan Upaya Pemecahaannya.Adapun tujuan dibuatnya tugas makalah ini selain untuk mendapatkan nilai tugas tetapi juga agar dapat meningkatkan peran serta masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya dalam penangannan masalah sosial dan masalah kemiskinan.
Banyak kesulitan dan hambatan yang Penulis hadapi dalam membuat tugas makalah ini tapi dengan semangat dan kegigihan yang Penulis lakukan serta dorongan, arahan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak sehingga Penulis mampu menyelesaikan Tugas Makalah ini dengan baik.
Oleh karena itu pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Bapak Muhammad Burhan Amin Selaku dosen Sosiologi dan Politik yang telah emberikan tugas untuk membuat makalah ini.
2. Dosen Pengajar Universitas Gunadarma yang telah memberikan banyak ilmu pengetahuan bagi Mahasiswa.
3. Kedua orang tua yang selalu memberikan support, motivasi, dorongan, dan nasihat-nasihat.
4. Adikku yang telah banyak memberikan masukan dan semangat serta bantuan dalam membuat laporan Kerja Praktek.
5. Seluruh teman kelas 1 EB 18.
6. Seluruh teman Assisten Laboratorium Manajemen Lajut.
Penulis
Destya Purwaning Tias
DAFTAR ISI
Lembar Judul...............................................................................................................i
Lembar Pernyataan.....................................................................................................ii
Kata Pengantar……………………………………………………………………........................iii
Daftar Isi.......................................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................................1
1.2 Ruang Lingkup Kerja Praktek..............................................................2
1.3 Tujuan dan Manfaat Kerja Praktek.....................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Keiskinan................................................................................3
2.2 Jenis-Jenis Kemiskinan.....................................................................5
2.3 Penyebab Kemiskinan........................................................................6
2.4 Penaggulangan Kemiskinan...............................................................7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..........................................................................................8
3.2 Saran.....................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat meliputi gejala-gejala sosial,struktur sosial dan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Sosiologi menelaah gejala-gejala yang wajar dalam masyarakat seperti norma-norma,kelompok sosial lapisan masyarakat,lembaga masyarakatan, proses sosial, perubahan sosial dan kebudayaan serta perwujudannya. Gejala-gejala tersebut ada yang tidak berlangsung normal sebagaimana yang di kehendaki masyarakat merupakan gejala-gejala abnormal atau gejala-gejala patologis hal ini disebabkan adanya unsur-unsur masyarakat tidak dapat berfungsi sehingga menyebabkan kekecewaan dan penderitaan .Gejala-gejala abnormal dinamakan masalah- masalah sosial.Salah satu contoh masalah sosial masyarakat adalah Kemiskinan.
Kemiskinan adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memilihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisik dalam kelompok tersebut .Kemiskinan sebagai suatu fenomena sosial yang tidak hanya dialami oleh Negara-negara yang sedang berkembang tetapi juga terjadi di Negara-negara yang sudah mempuyai kemapanan di bidang ekonomi. Kemiskinan merupakan permasalahan yang di akibatkan oleh kondisi nasional suatu negara dan situasi global .Dengan adanya globalisasi ekonomi dan ketergantungan antar negara dapat memberikan tantangan dan kesempatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara dan juga memberikan resiko ketidakpastian perekonomian dunia. Indonesia menghadapi masalah yang cukup besar di berbagai bidang baik di bidang ekonomi,kependudukan maupun lingkungan hidup .Pada umumnya semuanya akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada peningkatan kesejahteran rakyat .Dampak dari berbagai kebijakan tersebut adalah masih banyaknya penduduk miskin di Indonesia.
Menyadari masih banyaknya penduduk miskin di Indonesia terutama para petani di pedesaan maka penulis membuat tugas makalah ini dengan judul “Masalah Sosial Sebagai Inspirrasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan Upaya Pemecahaannya”
1.2 Ruang Lingkup Pembahasan
Masalah-masalah sosial berhubungan erat dengan nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan .Masalah tersebut bersifat sosial karena bersangkut paut dengan hubungan antar manusia dan didalam kerangka bagian-bagian kebudayaan normative dan dinamakan masalah karena bersangkut paut dengan gejala-gejala yang menganggu kelanggengan dalam masyarakat Dengan demikian masalah-masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial yang menyangkup segi moral .Dikatakan masalah karena menyangkut tata kelakuan immoral, berlawanan dengan hokum dan bersifat merusak .Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biopsikologis dan kebudayaan.
Problema-problema (Masalah-masalah) sosial yang berasal dari faktor ekonomis antara lain adalah kemiskinan,penggangguran dan sebagainya.Yang berasal dari faktor biologis contohnya penyakit sedangkan yang berasal dari factor psikologis seperti penyakit syaraf,gangguan jiwa dan yang berasal dari kebudayaan menyankut perceraian, kejahatan, kenakalan anak-anak, konflik rasial dan keagamaan.
Adapun dibuatnya tugas makalah ini penulis membatasi ruang lingkup pembahasan yaitu mengenai permasalahan sosial dari faktor ekonomi yaitu kemiskinan
1.3 Tujuan di buatnya Tugas Makalah
Tujuan Tugas Makalah :
Tujuan dibuatnya tugas makalah mengenai Masalah Sosial Sebagai Inspirrasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan Upaya Pemecahaannya oleh penulis antara lain untuk :
1. Meningkatkan peran sera mahasiswa dalam menanggulangi kemiskinan dilingkungannya.
2. Mengungkapkan permasalahan kemiskinan yang di alami masyarakat terutama dipedesaan dan upaya utuk menanggulanginya.
3. Meningkatkan rasa tenggang rasa, sosialisasi terhadap sesama,dan menurunkan kesenjangan sosial
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Defenisi Kemiskinan
Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memilihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisik dalam kelompok tersebut. Dan dapat diartikan juga sebagai Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan (poverty line) merupakan dua masalah besar di banyak negara-negara berkembang (LDCs), tidak terkecuali di Indonesia. Pemberdayaan merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk menekan angka kemiskinan agar tercapai tujuan pembagunaan .
Menurut John Friendman mendefinisikan kemiskinan sebagai suatu kondisi tidak terpenuhinya kebutuhan dasar (esensial) individu sebagai manusia.Sementara Chambers menggambarkan kemiskinan, terutama di pedesaan mempunyai lima karakteristik yang saling terkait: kemiskinan material, kelemahan fisik, keterkucilan dan keterpencilan, kerentanan, dan ketidakberdayaan. Dari kelima karakteristik tersebut yang perlu mendapat perhatian adalah kerentanan dan ketidakberdayaan. Kerentanan adalah ketidakmampuan keluarga miskin untuk menyediakan sesuatu guna menghadapi situasi darurat seperti datangnya bencana alam, kegagalan panen, atau penyakit yang tiba-tiba menimpa keluarga miskin .Kerentanan sering menimbulkan kondisi memprihatinkan yang menyebabkan keluarga miskin harus menjual harta benda dan asset produksinya sehingga mereka makin rentan dan tidak berdaya. Sedangkan ketidakberdayaan adalah dimana elit desa dengan seenaknya memfungsikan diri sebagai oknum yang menjaring bantuan yang sebenarnya diperuntukkan untuk orang miskin. Ketidakberdayaan keluarga miskin di kesempatan yang lain mungkin dimanifestasikan dalam hal seringnya keluarga miskin di tipu dan ditekan oleh orang yang memiliki kekuasaan. Ketidakberdayaan mengakibatkan terjadinya bias bantuan untuk si miskin kepada kelas di atasnya yang seharusnya tidak berhak memperoleh subsidi, seperti kasus dana Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Secara ekonomi kemiskinan dapat didefinisikan sebagai kekurangan sumberdaya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang.Sumber daya dalam konteks ini menyangkut tidak hanya aspek finansial, melainkan pula semua jenis kekayaan (wealth) yang dapat meningklatkan kesejahteraan masyarakat.
Kenyataannya menunjukkan bahwa kemiskinan tidak bisa didefinisikan dengan sangat sederhana, karena tidak hanya berhubungan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan material, tetapi juga sangat berkaitan dengan dimensi kehidupan manusia berikut ini :
Terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, dilihat dari stok pangan yang terbatas, rendahnya asupan kalori penduduk miskin dan buruknya status gizi bayi, anak balita dan ibu.
Terbatasnya akses dan rendahnya di sebabkan oleh kesulitan mendapatkan mutu layanan kesehatan,kurangnya pemahaman terhadap perilaku hidup sehat,kurang nya layanan reproduksi .jarak fasilitas layanan kesehatan yang jauh, biaya pengobatan dan biaya perawatan yang mahal. Di sisi lain, utilisasi rumah sakit masih didominasi oleh golongan mampu, sedang masyarakat miskin cenderung memanfaatkan pelayanan di Puskesmas. Demikian juga persalinan oleh tenaga kesehatan dan asuransi kesehatan sebagai suatu bentuk sistem jaminan sosial pada penduduk miskin.
Terbatasnya akses dan rendahnya mutu layanan pendidikan yang disebabkanoleh kesenjangan biaya pendidikan, fasilitas pendidikan yang terbatas, biayapendidikan yang mahal, kesempatan memperoleh pendidikan yang terbatas,tingginya beban biaya pendidikan baik biaya langsung maupun tidak langsung.
Terbatasnya kesempatan kerja dan berusaha, lemahnya perlindungan terhadap aset usaha, dan perbedaan upah serta lemahnya perlindungan kerja terutama bagi pekerja anak dan pekerja perempuan seperti buruh migran perempuan dan pembantu rumah tangga.
Terbatasnya akses layanan perumahan dan sanitasi. Masyarakat miskin yang tinggal di kawasan nelayan, pinggiran hutan, dan pertanian lahan kering kesulitan memperoleh perumahan dan lingkungan permukiman yang sehat dan layak. Dalam satu rumah seringkali dijumpai lebih dari satu keluarga dengan fasilitas sanitasi yang kurang memadai.
Terbatasnya akses terhadap air bersih. Kesulitan untuk mendapatkan air bersih terutama disebabkan oleh terbatasnya penguasaan sumber air dan menurunnya mutu sumber air.
Lemahnya kepastian kepemilikan dan penguasaan tanah. Masyarakat miskin menghadapi
masalah ketimpangan struktur penguasaan dan pemilikan tanah, serta ketidakpastian dalam penguasaan dan pemilikan lahan pertanian. Kehidupan rumah tangga petani sangat dipengaruhi oleh aksesnya terhadap tanah dan kemampuan mobilisasi anggota keluargannya untuk bekerja di atas tanah pertanian.
Memburuknya kondisi lingkungan hidup dan sumberdaya alam, serta terbatasnya akses masyarakat terhadap sumber daya alam. Masyarakat miskin yang tinggal di daerah perdesaan, kawasan pesisir, daerah pertambangan dan daerah pinggiran hutan sangat tergantung pada sumberdaya alam sebagai sumber penghasilan.
Lemahnya jaminan rasa aman.
Lemahnya partisipasi. Berbagai kasus penggusuran perkotaan, pemutusan hubungan kerja secara sepihak, dan pengusiran petani dari wilayah garapan menunjukkan kurangnya dialog dan lemahnya pertisipasi mereka dalam pengambilan keputusan. Rendahnya partisipasi masyarakat miskin dalam perumusan kebijakan juga disebabkan oleh kurangnya informasi baik mengenai kebijakan yang akan dirumuskan maupun mekanisme perumusan yang memungkinkan keterlibatan mereka.
Besarnya beban kependudukan yang disebabkan oleh besarnya tanggungan keluarga dan adanya tekanan hidup yang mendorong terjadinya migrasi. Rumahtangga miskin mempunyai rata-rata anggota keluarga lebih besar daripada rumah tangga tidak miskin
2.2 Jenis-Jenis Kemiskinan
Besarnya kemiskinan bisa diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis kemiskinan. Konsep yang mengacu kepada garis kemiskinan disebut kemiskinan relatif, sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut kemiskinan absolut
· Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan, biasanya dapat didefinisikan didalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud.
· Kemiskinan absolut adalah derajat kemiskinan dibawah, dimana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapat terpenuhi.
2.3 Penyebab Kemiskinan
Faktor-faktor penyebab kemiskinan sangat sulit untuk dipastikan mana penyebab yang berpengaruh langsung dan yang tidak lagsung terhadap kemiskinan
§ Tingkat dan laju pertumbuhan output
§ Tingkat upah neto
§ Distribusi pendapatan
§ Kesempatan kerja
§ Tingkat inflasi
§ Pajak dan subsidi Investasi
§ Alokasi serta kualitas SDA dan ketersediaan fasilitas umum
§ Penggunaan teknologi dan tingkat & jenis pendidikan
§ Kondisi fisik dan alam
§ Politik dan peperangan
§ Bencana alam
Sedangkan Secara teoritis kemiskinan dapat dipahami melalui akar penyebabnya yang dibedakan menjadi dua kategori :
1. Kemiskinan Natural atau alamiah
Kemiskinan yang timbul sebagai akibat terbatasnya jumlah sumber daya dan/atau karena tingkat perkembangan teknologi yang sangat rendah.
2. Kemiskinan struktural
Kemiskinan yang terjadi karena struktur sosial yang ada membuat anggota atau kelompok masyarakat tidak menguasai sarana ekonomi dan fasilitas-fasilitas secara merata. Artinya sebagian anggota masyarakat tetap miskin walaupun sebenarnya jumlah total produksi yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut bila dibagi rata dapat membebaskan semua anggota masyarakat dari kemiskinan.
Golongan yang menderita kemiskinan struktural itu misalnya terdiri dari para petani yang tidak memiliki tanah sendiri, atau para petani yang tanah miliknya kecil sehingga hasilnya tidak mencukupi untuk memberi makan kepada dirinya sendiri dan keluarganya. Termasuk golongan miskin lain adalah kaum buruh yang tidak terpelajar dan terlatih, atau apa yang dengan kata asing disebut unskilled labors. Golongan miskin ini meliputi juga para
pengusaha tanpa modal dan tanpa fasilitas dari pemerintah yang sekarang dapat dinamakan golongan ekonomi sangat lemah.
2.4 Penanggulangan Kemiskinan
Persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial masih menjadi masalah besar di negara Indonesia terutama didaerah pedesaan. Persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial dapat menjadi konflik untuk itu harus mencari alternatif penanggulanan kemiskinan.
Salah satu upaya dalam penanggulangan kemiskinan adalah dengan pemberdayaan, misalnya pemberdayaan lingkungan dan pembedayaan kewirausahaan. Pemberdayaan adalah suatu proses yang mengembangkan dan memperkuat kemampuan masyarakat untuk terus terlibat dalam proses pembangunan yang secara dinamis sehingga masyarakat dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi serta dapat mengambil keputusan. Pemberdayaan merupakan program komprehensif dan terpadu dalam rangka peningkatan mutu Sumber Daya Manusia, human capital, yang sekaligus diarahkan untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) yang tujuan utamanya penghapusan kemiskinan dan peningkatan mutu manusia yang berbudaya dan demokratis.
Pemerintah pun telah banyak mengeluarkan program kebijakan yang digunakan untuk menanggulangi kemiskinan contohnya : PKPS BBM yang terdiri dari program bagi-bagi uang atau BLT, P2KP yang kemudian diganti menjadi PNPM dengan aneka ragam jenis PNPM, program BOS, RASKIN, Askeskin, Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Menurut Roger Harris dalam bukunya yang berjedul information and communication technologies for poverty alleviation (2004), Strategi penanggulangan kemiskinan, antara lain:
Mendistribusikan informasi yang relevan untuk pembangunan.
Memberdayakan masyarakat yang kurang beruntung (disadvantaged) dan terpinggirkan (marginalized).
Mendorong usaha mikro (fostering micro entrepreneurship)
Meningkatkan layanan informasi kesehatan jarak jauh (telemedicine).
Memperbaiki pendidikan melaslui e-learning dan pembelajaran seumur hidup (life long learning)
Mengembangkan perdagangan melalui ecommerce.
Menciptakan ketataprajaan yang lebih efesien dan transparan melalui e-govermence.
Mengembangkan kemampuan.
Memperkaya kebudayaan.
Menunjang pertanian
Menciptakan lapangan kerja, dan Mendorong mobilisasi sosial
BAB III
PENUTUP
2.5 Kesimpulan
Kemajuan suatu masyarakat atau bangsa biasanya ditandai dengan tingginya perhatian yang diberikan pihak pemerintah terhadap kelompok-kelompok marjinal, baik marjinal dari sisi geografis maupun sosiologis, sebab kemajuan yang dicita-citakan mestinya berorientasi pada pemerataan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sebuah bangsa akan disebut maju jika seluruh atau sebagian besar masyarakatnya telah berada dalam kondisi sejahtera. Indonesia sebagai sebuah negara berkembang masih menghadapi berbagai problem ekonomi baik makro maupun mikro, dan hal tersebut telah turut menghambat lajunya proses kesejahteraan kehidupan rakyat contohnya masalah kemiskinan dan kesejangan sosial antara desa dan kota. Salah satu akibat terjadinya kesenjangan sosial meningkatnya kasus kejahatan dan kriminalitas, meningkatnya urbanisasi dari desa ke kota . Dengan demikian pemerintah harus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat miskin sebagai langkah untk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satu upaya pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan dengan pemberdayaan. Pemberdayaan adalah sebuah program untuk mendorong masyarakat agar mampu melakukan perubahan yaitu keluar dari kemiskinan dan menjadai berdaya mandiri.
2.6 Saran
Terkadang bantuan-bantuan yang didapat dari pemerintah tidak dirasakan langsung oleh masyarakat dan tidak sesuai yang diharapkan dan terkadang ada aparat yang di percaya untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat malah menyelewengkan dana bantuan tersebut. Untuk itu diharapkan pemerinatah dapat terjun langsung memberikan dana tersebut ke masyarakat yang di tuju dan sebelumnya di tinjau terlebih dahulu apa yang sebenarnya masyarakat perlukan untuk dapat mensejahterakan keluarganya.
Selain bantuan materi yang di butuhkan masyarakat tetapi masyarakat juga membutuhkan bantuan moril atau ilmu pengetahuan untuk dapat mengelola dana tersebut agar dapat meningkatkan taraf kehidupan keluarganya.
DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
http://www.damandiri.or.id/file/buku/buku3haryono2005bab2.pdf
http://www.undp.or.id/pubs/imdg2005/BI/TUJUAN%201.pdf
http://komunitas.wikispaces.com/file/view/kemiskinan+dan+upaya+pemberdayaan+masyarakt.pdf
http://ejournal.umm.ac.id/index.php/humanity/article/view/156/0
http://www.p2kp.org/wartaprint.asp?mid=1495&catid=2&
http://komunitas.wikispaces.com/file/view/kemiskinan+dan+upaya+pemberdayaan+masyarakt.pdf
http://www.bappeda-purwakarta.or.id/artikel/kemiskinan%20perempuan.pdf
Sosiologi dan Politik
Disusun Oleh:
Nama : Destya Purwaning Tias
NPM : 27209052
Kelas : 1 EB 18
Program Studi : S1
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Mata Kuliah : Sosiologi dan Politik
BEKASI
2010
Mata kuliah : Sosiologi dan Politik
Dosen : Muhammad Burhan Amin
Topik Tugas : Masalah Sosial Sebagai Inspirrasi Perubahan (Kasus Kemiskinan)
Dan Upaya Pemecahaannya
Kelas : 1-EB 18
Dateline Tugas : 6 Maret 2010
Tanggal Penyerahan Tugas : 6 Maret 2010
P E R N Y A T A A N
Dengan ini kami menyatakan bahwa seluruh pekerjaan dalam tugas ini kami buat sendiri tanpa meniru atau mengutip dari tim / pihak lain.
Apabila terbukti tidak benar, kami siap menerima konsekuensi untuk mendapatkan nilai 1/100 untuk mata kuliah ini
P E N Y U S U N
NPM
Nama Lengkap
Tanda Tangan
27209052
Destya Purwaning Tias
Program Sarjana Akuntansi
UNIVERSITAS GUNADARMA
Tahun 2010
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur Penulis panjatkan kepada ALLAH SWT yang telah memberikan rahmat, hidayah dan inayah serta nikmat diantaranya adalah nikmat sehat, sehingga Penulis dapat menyelesaikan tugas makalah sosilogi dan politik dengan ruang lingkup pembagahasan Masalah Sosial Sebagai Inspirrasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan Upaya Pemecahaannya.Adapun tujuan dibuatnya tugas makalah ini selain untuk mendapatkan nilai tugas tetapi juga agar dapat meningkatkan peran serta masyarakat pada umumnya dan mahasiswa pada khususnya dalam penangannan masalah sosial dan masalah kemiskinan.
Banyak kesulitan dan hambatan yang Penulis hadapi dalam membuat tugas makalah ini tapi dengan semangat dan kegigihan yang Penulis lakukan serta dorongan, arahan, bimbingan dan bantuan dari berbagai pihak sehingga Penulis mampu menyelesaikan Tugas Makalah ini dengan baik.
Oleh karena itu pada kesempatan ini, dengan segala kerendahan hati Penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
1. Bapak Muhammad Burhan Amin Selaku dosen Sosiologi dan Politik yang telah emberikan tugas untuk membuat makalah ini.
2. Dosen Pengajar Universitas Gunadarma yang telah memberikan banyak ilmu pengetahuan bagi Mahasiswa.
3. Kedua orang tua yang selalu memberikan support, motivasi, dorongan, dan nasihat-nasihat.
4. Adikku yang telah banyak memberikan masukan dan semangat serta bantuan dalam membuat laporan Kerja Praktek.
5. Seluruh teman kelas 1 EB 18.
6. Seluruh teman Assisten Laboratorium Manajemen Lajut.
Penulis
Destya Purwaning Tias
DAFTAR ISI
Lembar Judul...............................................................................................................i
Lembar Pernyataan.....................................................................................................ii
Kata Pengantar……………………………………………………………………........................iii
Daftar Isi.......................................................................................................................iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang........................................................................................1
1.2 Ruang Lingkup Kerja Praktek..............................................................2
1.3 Tujuan dan Manfaat Kerja Praktek.....................................................2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi Keiskinan................................................................................3
2.2 Jenis-Jenis Kemiskinan.....................................................................5
2.3 Penyebab Kemiskinan........................................................................6
2.4 Penaggulangan Kemiskinan...............................................................7
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan..........................................................................................8
3.2 Saran.....................................................................................................8
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang masyarakat meliputi gejala-gejala sosial,struktur sosial dan perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat. Sosiologi menelaah gejala-gejala yang wajar dalam masyarakat seperti norma-norma,kelompok sosial lapisan masyarakat,lembaga masyarakatan, proses sosial, perubahan sosial dan kebudayaan serta perwujudannya. Gejala-gejala tersebut ada yang tidak berlangsung normal sebagaimana yang di kehendaki masyarakat merupakan gejala-gejala abnormal atau gejala-gejala patologis hal ini disebabkan adanya unsur-unsur masyarakat tidak dapat berfungsi sehingga menyebabkan kekecewaan dan penderitaan .Gejala-gejala abnormal dinamakan masalah- masalah sosial.Salah satu contoh masalah sosial masyarakat adalah Kemiskinan.
Kemiskinan adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memilihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisik dalam kelompok tersebut .Kemiskinan sebagai suatu fenomena sosial yang tidak hanya dialami oleh Negara-negara yang sedang berkembang tetapi juga terjadi di Negara-negara yang sudah mempuyai kemapanan di bidang ekonomi. Kemiskinan merupakan permasalahan yang di akibatkan oleh kondisi nasional suatu negara dan situasi global .Dengan adanya globalisasi ekonomi dan ketergantungan antar negara dapat memberikan tantangan dan kesempatan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu negara dan juga memberikan resiko ketidakpastian perekonomian dunia. Indonesia menghadapi masalah yang cukup besar di berbagai bidang baik di bidang ekonomi,kependudukan maupun lingkungan hidup .Pada umumnya semuanya akibat kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada peningkatan kesejahteran rakyat .Dampak dari berbagai kebijakan tersebut adalah masih banyaknya penduduk miskin di Indonesia.
Menyadari masih banyaknya penduduk miskin di Indonesia terutama para petani di pedesaan maka penulis membuat tugas makalah ini dengan judul “Masalah Sosial Sebagai Inspirrasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan Upaya Pemecahaannya”
1.2 Ruang Lingkup Pembahasan
Masalah-masalah sosial berhubungan erat dengan nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemasyarakatan .Masalah tersebut bersifat sosial karena bersangkut paut dengan hubungan antar manusia dan didalam kerangka bagian-bagian kebudayaan normative dan dinamakan masalah karena bersangkut paut dengan gejala-gejala yang menganggu kelanggengan dalam masyarakat Dengan demikian masalah-masalah sosial menyangkut nilai-nilai sosial yang menyangkup segi moral .Dikatakan masalah karena menyangkut tata kelakuan immoral, berlawanan dengan hokum dan bersifat merusak .Masalah sosial timbul dari kekurangan-kekurangan dalam diri manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biopsikologis dan kebudayaan.
Problema-problema (Masalah-masalah) sosial yang berasal dari faktor ekonomis antara lain adalah kemiskinan,penggangguran dan sebagainya.Yang berasal dari faktor biologis contohnya penyakit sedangkan yang berasal dari factor psikologis seperti penyakit syaraf,gangguan jiwa dan yang berasal dari kebudayaan menyankut perceraian, kejahatan, kenakalan anak-anak, konflik rasial dan keagamaan.
Adapun dibuatnya tugas makalah ini penulis membatasi ruang lingkup pembahasan yaitu mengenai permasalahan sosial dari faktor ekonomi yaitu kemiskinan
1.3 Tujuan di buatnya Tugas Makalah
Tujuan Tugas Makalah :
Tujuan dibuatnya tugas makalah mengenai Masalah Sosial Sebagai Inspirrasi Perubahan (Kasus Kemiskinan) dan Upaya Pemecahaannya oleh penulis antara lain untuk :
1. Meningkatkan peran sera mahasiswa dalam menanggulangi kemiskinan dilingkungannya.
2. Mengungkapkan permasalahan kemiskinan yang di alami masyarakat terutama dipedesaan dan upaya utuk menanggulanginya.
3. Meningkatkan rasa tenggang rasa, sosialisasi terhadap sesama,dan menurunkan kesenjangan sosial
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Defenisi Kemiskinan
Kemiskinan diartikan sebagai suatu keadaan di mana seseorang tidak sanggup memilihara dirinya sendiri sesuai dengan taraf kehidupan kelompok dan juga tidak mampu memanfaatkan tenaga mental maupun fisik dalam kelompok tersebut. Dan dapat diartikan juga sebagai Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan kelompok masyarakat berpendapatan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah orang yang berada di bawah garis kemiskinan (poverty line) merupakan dua masalah besar di banyak negara-negara berkembang (LDCs), tidak terkecuali di Indonesia. Pemberdayaan merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan untuk menekan angka kemiskinan agar tercapai tujuan pembagunaan .
Menurut John Friendman mendefinisikan kemiskinan sebagai suatu kondisi tidak terpenuhinya kebutuhan dasar (esensial) individu sebagai manusia.Sementara Chambers menggambarkan kemiskinan, terutama di pedesaan mempunyai lima karakteristik yang saling terkait: kemiskinan material, kelemahan fisik, keterkucilan dan keterpencilan, kerentanan, dan ketidakberdayaan. Dari kelima karakteristik tersebut yang perlu mendapat perhatian adalah kerentanan dan ketidakberdayaan. Kerentanan adalah ketidakmampuan keluarga miskin untuk menyediakan sesuatu guna menghadapi situasi darurat seperti datangnya bencana alam, kegagalan panen, atau penyakit yang tiba-tiba menimpa keluarga miskin .Kerentanan sering menimbulkan kondisi memprihatinkan yang menyebabkan keluarga miskin harus menjual harta benda dan asset produksinya sehingga mereka makin rentan dan tidak berdaya. Sedangkan ketidakberdayaan adalah dimana elit desa dengan seenaknya memfungsikan diri sebagai oknum yang menjaring bantuan yang sebenarnya diperuntukkan untuk orang miskin. Ketidakberdayaan keluarga miskin di kesempatan yang lain mungkin dimanifestasikan dalam hal seringnya keluarga miskin di tipu dan ditekan oleh orang yang memiliki kekuasaan. Ketidakberdayaan mengakibatkan terjadinya bias bantuan untuk si miskin kepada kelas di atasnya yang seharusnya tidak berhak memperoleh subsidi, seperti kasus dana Bantuan Langsung Tunai (BLT).
Secara ekonomi kemiskinan dapat didefinisikan sebagai kekurangan sumberdaya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan meningkatkan kesejahteraan sekelompok orang.Sumber daya dalam konteks ini menyangkut tidak hanya aspek finansial, melainkan pula semua jenis kekayaan (wealth) yang dapat meningklatkan kesejahteraan masyarakat.
Kenyataannya menunjukkan bahwa kemiskinan tidak bisa didefinisikan dengan sangat sederhana, karena tidak hanya berhubungan dengan kemampuan memenuhi kebutuhan material, tetapi juga sangat berkaitan dengan dimensi kehidupan manusia berikut ini :
Terbatasnya kecukupan dan mutu pangan, dilihat dari stok pangan yang terbatas, rendahnya asupan kalori penduduk miskin dan buruknya status gizi bayi, anak balita dan ibu.
Terbatasnya akses dan rendahnya di sebabkan oleh kesulitan mendapatkan mutu layanan kesehatan,kurangnya pemahaman terhadap perilaku hidup sehat,kurang nya layanan reproduksi .jarak fasilitas layanan kesehatan yang jauh, biaya pengobatan dan biaya perawatan yang mahal. Di sisi lain, utilisasi rumah sakit masih didominasi oleh golongan mampu, sedang masyarakat miskin cenderung memanfaatkan pelayanan di Puskesmas. Demikian juga persalinan oleh tenaga kesehatan dan asuransi kesehatan sebagai suatu bentuk sistem jaminan sosial pada penduduk miskin.
Terbatasnya akses dan rendahnya mutu layanan pendidikan yang disebabkanoleh kesenjangan biaya pendidikan, fasilitas pendidikan yang terbatas, biayapendidikan yang mahal, kesempatan memperoleh pendidikan yang terbatas,tingginya beban biaya pendidikan baik biaya langsung maupun tidak langsung.
Terbatasnya kesempatan kerja dan berusaha, lemahnya perlindungan terhadap aset usaha, dan perbedaan upah serta lemahnya perlindungan kerja terutama bagi pekerja anak dan pekerja perempuan seperti buruh migran perempuan dan pembantu rumah tangga.
Terbatasnya akses layanan perumahan dan sanitasi. Masyarakat miskin yang tinggal di kawasan nelayan, pinggiran hutan, dan pertanian lahan kering kesulitan memperoleh perumahan dan lingkungan permukiman yang sehat dan layak. Dalam satu rumah seringkali dijumpai lebih dari satu keluarga dengan fasilitas sanitasi yang kurang memadai.
Terbatasnya akses terhadap air bersih. Kesulitan untuk mendapatkan air bersih terutama disebabkan oleh terbatasnya penguasaan sumber air dan menurunnya mutu sumber air.
Lemahnya kepastian kepemilikan dan penguasaan tanah. Masyarakat miskin menghadapi
masalah ketimpangan struktur penguasaan dan pemilikan tanah, serta ketidakpastian dalam penguasaan dan pemilikan lahan pertanian. Kehidupan rumah tangga petani sangat dipengaruhi oleh aksesnya terhadap tanah dan kemampuan mobilisasi anggota keluargannya untuk bekerja di atas tanah pertanian.
Memburuknya kondisi lingkungan hidup dan sumberdaya alam, serta terbatasnya akses masyarakat terhadap sumber daya alam. Masyarakat miskin yang tinggal di daerah perdesaan, kawasan pesisir, daerah pertambangan dan daerah pinggiran hutan sangat tergantung pada sumberdaya alam sebagai sumber penghasilan.
Lemahnya jaminan rasa aman.
Lemahnya partisipasi. Berbagai kasus penggusuran perkotaan, pemutusan hubungan kerja secara sepihak, dan pengusiran petani dari wilayah garapan menunjukkan kurangnya dialog dan lemahnya pertisipasi mereka dalam pengambilan keputusan. Rendahnya partisipasi masyarakat miskin dalam perumusan kebijakan juga disebabkan oleh kurangnya informasi baik mengenai kebijakan yang akan dirumuskan maupun mekanisme perumusan yang memungkinkan keterlibatan mereka.
Besarnya beban kependudukan yang disebabkan oleh besarnya tanggungan keluarga dan adanya tekanan hidup yang mendorong terjadinya migrasi. Rumahtangga miskin mempunyai rata-rata anggota keluarga lebih besar daripada rumah tangga tidak miskin
2.2 Jenis-Jenis Kemiskinan
Besarnya kemiskinan bisa diukur dengan atau tanpa mengacu kepada garis kemiskinan. Konsep yang mengacu kepada garis kemiskinan disebut kemiskinan relatif, sedangkan konsep yang pengukurannya tidak didasarkan pada garis kemiskinan disebut kemiskinan absolut
· Kemiskinan relatif adalah suatu ukuran mengenai kesenjangan di dalam distribusi pendapatan, biasanya dapat didefinisikan didalam kaitannya dengan tingkat rata-rata dari distribusi yang dimaksud.
· Kemiskinan absolut adalah derajat kemiskinan dibawah, dimana kebutuhan-kebutuhan minimum untuk bertahan hidup tidak dapat terpenuhi.
2.3 Penyebab Kemiskinan
Faktor-faktor penyebab kemiskinan sangat sulit untuk dipastikan mana penyebab yang berpengaruh langsung dan yang tidak lagsung terhadap kemiskinan
§ Tingkat dan laju pertumbuhan output
§ Tingkat upah neto
§ Distribusi pendapatan
§ Kesempatan kerja
§ Tingkat inflasi
§ Pajak dan subsidi Investasi
§ Alokasi serta kualitas SDA dan ketersediaan fasilitas umum
§ Penggunaan teknologi dan tingkat & jenis pendidikan
§ Kondisi fisik dan alam
§ Politik dan peperangan
§ Bencana alam
Sedangkan Secara teoritis kemiskinan dapat dipahami melalui akar penyebabnya yang dibedakan menjadi dua kategori :
1. Kemiskinan Natural atau alamiah
Kemiskinan yang timbul sebagai akibat terbatasnya jumlah sumber daya dan/atau karena tingkat perkembangan teknologi yang sangat rendah.
2. Kemiskinan struktural
Kemiskinan yang terjadi karena struktur sosial yang ada membuat anggota atau kelompok masyarakat tidak menguasai sarana ekonomi dan fasilitas-fasilitas secara merata. Artinya sebagian anggota masyarakat tetap miskin walaupun sebenarnya jumlah total produksi yang dihasilkan oleh masyarakat tersebut bila dibagi rata dapat membebaskan semua anggota masyarakat dari kemiskinan.
Golongan yang menderita kemiskinan struktural itu misalnya terdiri dari para petani yang tidak memiliki tanah sendiri, atau para petani yang tanah miliknya kecil sehingga hasilnya tidak mencukupi untuk memberi makan kepada dirinya sendiri dan keluarganya. Termasuk golongan miskin lain adalah kaum buruh yang tidak terpelajar dan terlatih, atau apa yang dengan kata asing disebut unskilled labors. Golongan miskin ini meliputi juga para
pengusaha tanpa modal dan tanpa fasilitas dari pemerintah yang sekarang dapat dinamakan golongan ekonomi sangat lemah.
2.4 Penanggulangan Kemiskinan
Persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial masih menjadi masalah besar di negara Indonesia terutama didaerah pedesaan. Persoalan kemiskinan dan kesenjangan sosial dapat menjadi konflik untuk itu harus mencari alternatif penanggulanan kemiskinan.
Salah satu upaya dalam penanggulangan kemiskinan adalah dengan pemberdayaan, misalnya pemberdayaan lingkungan dan pembedayaan kewirausahaan. Pemberdayaan adalah suatu proses yang mengembangkan dan memperkuat kemampuan masyarakat untuk terus terlibat dalam proses pembangunan yang secara dinamis sehingga masyarakat dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi serta dapat mengambil keputusan. Pemberdayaan merupakan program komprehensif dan terpadu dalam rangka peningkatan mutu Sumber Daya Manusia, human capital, yang sekaligus diarahkan untuk mencapai Millenium Development Goals (MDGs) yang tujuan utamanya penghapusan kemiskinan dan peningkatan mutu manusia yang berbudaya dan demokratis.
Pemerintah pun telah banyak mengeluarkan program kebijakan yang digunakan untuk menanggulangi kemiskinan contohnya : PKPS BBM yang terdiri dari program bagi-bagi uang atau BLT, P2KP yang kemudian diganti menjadi PNPM dengan aneka ragam jenis PNPM, program BOS, RASKIN, Askeskin, Kredit Usaha Rakyat (KUR)
Menurut Roger Harris dalam bukunya yang berjedul information and communication technologies for poverty alleviation (2004), Strategi penanggulangan kemiskinan, antara lain:
Mendistribusikan informasi yang relevan untuk pembangunan.
Memberdayakan masyarakat yang kurang beruntung (disadvantaged) dan terpinggirkan (marginalized).
Mendorong usaha mikro (fostering micro entrepreneurship)
Meningkatkan layanan informasi kesehatan jarak jauh (telemedicine).
Memperbaiki pendidikan melaslui e-learning dan pembelajaran seumur hidup (life long learning)
Mengembangkan perdagangan melalui ecommerce.
Menciptakan ketataprajaan yang lebih efesien dan transparan melalui e-govermence.
Mengembangkan kemampuan.
Memperkaya kebudayaan.
Menunjang pertanian
Menciptakan lapangan kerja, dan Mendorong mobilisasi sosial
BAB III
PENUTUP
2.5 Kesimpulan
Kemajuan suatu masyarakat atau bangsa biasanya ditandai dengan tingginya perhatian yang diberikan pihak pemerintah terhadap kelompok-kelompok marjinal, baik marjinal dari sisi geografis maupun sosiologis, sebab kemajuan yang dicita-citakan mestinya berorientasi pada pemerataan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, sebuah bangsa akan disebut maju jika seluruh atau sebagian besar masyarakatnya telah berada dalam kondisi sejahtera. Indonesia sebagai sebuah negara berkembang masih menghadapi berbagai problem ekonomi baik makro maupun mikro, dan hal tersebut telah turut menghambat lajunya proses kesejahteraan kehidupan rakyat contohnya masalah kemiskinan dan kesejangan sosial antara desa dan kota. Salah satu akibat terjadinya kesenjangan sosial meningkatnya kasus kejahatan dan kriminalitas, meningkatnya urbanisasi dari desa ke kota . Dengan demikian pemerintah harus berupaya memberikan perhatian kepada masyarakat miskin sebagai langkah untk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Salah satu upaya pemerintah untuk menanggulangi kemiskinan dengan pemberdayaan. Pemberdayaan adalah sebuah program untuk mendorong masyarakat agar mampu melakukan perubahan yaitu keluar dari kemiskinan dan menjadai berdaya mandiri.
2.6 Saran
Terkadang bantuan-bantuan yang didapat dari pemerintah tidak dirasakan langsung oleh masyarakat dan tidak sesuai yang diharapkan dan terkadang ada aparat yang di percaya untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat malah menyelewengkan dana bantuan tersebut. Untuk itu diharapkan pemerinatah dapat terjun langsung memberikan dana tersebut ke masyarakat yang di tuju dan sebelumnya di tinjau terlebih dahulu apa yang sebenarnya masyarakat perlukan untuk dapat mensejahterakan keluarganya.
Selain bantuan materi yang di butuhkan masyarakat tetapi masyarakat juga membutuhkan bantuan moril atau ilmu pengetahuan untuk dapat mengelola dana tersebut agar dapat meningkatkan taraf kehidupan keluarganya.
DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.
http://www.damandiri.or.id/file/buku/buku3haryono2005bab2.pdf
http://www.undp.or.id/pubs/imdg2005/BI/TUJUAN%201.pdf
http://komunitas.wikispaces.com/file/view/kemiskinan+dan+upaya+pemberdayaan+masyarakt.pdf
http://ejournal.umm.ac.id/index.php/humanity/article/view/156/0
http://www.p2kp.org/wartaprint.asp?mid=1495&catid=2&
http://komunitas.wikispaces.com/file/view/kemiskinan+dan+upaya+pemberdayaan+masyarakt.pdf
http://www.bappeda-purwakarta.or.id/artikel/kemiskinan%20perempuan.pdf
Senin, 01 Maret 2010
Tujuan Perusahaaan(Manajemen Strategik)
Nama : Destya purwaning Tias
Menurut Glueck tujuan organisasi adalah hasil-hasil akhir yang dicari untuk dicapai oleh organisasi dengankeberadaan dan kegiatan-kegiatannya
Menurut Anthony yang membedakan antara tujuan dan sasaran
Tujuan adalah mempunyai arti lebih spesifik ,merupakan pernyataan tentang apa yang ingin di capai organisasi dalam jangka waktu tertentu ,dapat ditentukan dasar pengukur untuk menilai pencapaian tujuan tujuan di gunakan untuk proses pengendalian manajemen
Sasaran adalah mempunyai arti yang luas dan umum ,merupakan pernyataan tentang apa yang ingin dicapai organisasi dan biasanya dinyatakan tanpa hubungan dengan periode waktu terentu sasaran dikembangkan dalam proses perencanaan strategi
Menurut Gray dan Ricketts
Sasaran dikembagkan sebagai suatu bagian proses perencanaan organisasi .Sasaran adalah pernyataan yang menentukan arah organisasi pada jangka panjang disusun oleh manajemen puncak setelah meninjau lingkungan dalam mana organisasi beroperasi serta keahlian dan kemampuan yang dimiliki organisasi.Tujuan adalah lebih spesifik dibandingkan sasaran jika sasaran menentukan arah jangka panjang maka tujuan menentukan target-target khusus untuk dicapai dalam jangka waktu tertentu periode yang akan datang
Macam-Macam Tujuan Perusahaan
Biasanya suatu perusahaan tidak hanya mempunyai tujuan tunggal tetapi mereka mempunyai banyak tujuan yang ingin dicapai.
Glueck mengemukakan bahwa terdapat variasi perbedaan tujuan yang ingin dicapai /diburu oleh organisasi bisnis ,contohnya meliputi:
Hal yang perlu diketahui dalam penentuan beberapa tujuan yang akan dicapai perusahaan
1.setiap perusahaan mempunyai jumlah tujuan yang berbeda dibandingkan perusahaan lain,dan umumnya satu perusahaan atau organisasi mem punyai beberapa tujuan
2.Tujuan organisasi dapat digolongkan kedalam tujuan jangka pendek , jangka menengah dan jangka panjang
3.Dengan adanya banyak tujuan dalam jangka pendek dan pada waktu tertentu umumnya di prioritas pencapaian pada beberapa tujuan yang di pertimbangkan lebih tinggi bobotnya dibandingkan dengn tujuan lain.
4.Terdapat perbedaan antara tujuan ofisial dengan tujuan operatif . Tujuan operisial berarti hasi-hasi akhir yang sesungguhnya dicari perusahaan dengan menganalisa perilaku para eksekutif didalam mengalokasi sumber-s umber.tujuan ofisial /tujuan resmi adalah tujuan yang secara resmi dinyatakan oleh perusahaan kepada publik tentang apa yag ingin dicari atau dicapai oleh perusahaan.
Manfaaat Tujuan
Perumusan Tujuan
Secara tradisional dan historis suatu perusahaan dipandang sebagai lembaga ekonomi sehingga tujuan perusahaan sifatnya sederhana yaitu dinyatakan dalam ukuran efesiensi dan laba dan perusahaan memiliki tuuan tunggal yaitu mencari laba atau memaksimalkan laba.
Pada saat sekaranng perumusan tujuan perusahaan adalah masalah yang sifatnya komleks dan harus mempertimbangkan kepentinga semua pihak yang beradaptasi pada perusahaan sehinggan untuk menyusun tujuan perusahaan harus mempertimbangkan 3 faktor :
1.Realitas lingkungan dan saling berhubungan kekuatan eksternal
2.Realitas sumber-sumber dan saling berhubungan kekuatan internal perusahaan
3.Sistem nilai para eksekutif puncak
Kekhususan Tujuan
Tahap-tahap penentuan tujuan adalah :
1.Tidak ada tujuan formal
Sebagaian besar perusahaan kecil tidk mempunyai tujuan-tujuan formal atau tidak menyatakan tujuan secara formal
2.Perumusan tujuan umum biasaanya tidak dalam bentuk tertulis
Suatu saat administrator didasarkan pada keinginan umtuk memiliki tujuan sehingga mereka mulai merumuskan tujuan organisasi. Tetapi jika kita menanyakan kepada manajemen puncak tentang apa tujuan organisasi kita memperoleh jawaban tujuan yang sifatnya umum dan kita tidak dapat memperoleh tujuan secara tertulis
3.Perumusan umum tujuan tertulis.
Tahap berikutnya m erumuskan tujuan tertulis ,mungkin menampilkan dalam laporan tahuan
4.Perumusan tujuan-tujuan khusus
Para eksekutif menyusun tujuan-tujuan yang sifatnya lebih khusus /spesifik. Misalnya dari tujuan semua menaikan return on investment menjadi menaikan return on investment sebesar 6%
5.Perumusan dan ranking tujuan-tujuan khusus
Manajemen harus memperhitungkan trade-offs tujuan khusus .Pada tahap ini manajemen harus mempertimbangkan trade –offs diantara banyak tujuan .
Kelas : 4eb14
Npm : 27209052
Tujuan Perusahaan
Pengertian Tujuan
Menurut Ansoff tujuan adalah aturan keputusan yang memungkinkan manajemen untuk mengarahkan atau memedomani dan mengukur prestasi kearah tujuan.
Tujuan dapat pula didefinisikan sebagai suatu pengukur proses pengubahan sumber.
Suatu tujuan berisikan 3 elemen penting :
Npm : 27209052
Tujuan Perusahaan
Pengertian Tujuan
Menurut Ansoff tujuan adalah aturan keputusan yang memungkinkan manajemen untuk mengarahkan atau memedomani dan mengukur prestasi kearah tujuan.
Tujuan dapat pula didefinisikan sebagai suatu pengukur proses pengubahan sumber.
Suatu tujuan berisikan 3 elemen penting :
- Atribut tertentu yang di pilih sebagai suatu pengukur efesiensi
- Ukuran atau skala dengan mana atribut itu di ukur.
- Sasaran (goal) yaitu nilai tertentu pada skala yang ingin dicari untuk dicapai oleh perusahaan
Menurut Glueck tujuan organisasi adalah hasil-hasil akhir yang dicari untuk dicapai oleh organisasi dengankeberadaan dan kegiatan-kegiatannya
Menurut Anthony yang membedakan antara tujuan dan sasaran
Tujuan adalah mempunyai arti lebih spesifik ,merupakan pernyataan tentang apa yang ingin di capai organisasi dalam jangka waktu tertentu ,dapat ditentukan dasar pengukur untuk menilai pencapaian tujuan tujuan di gunakan untuk proses pengendalian manajemen
Sasaran adalah mempunyai arti yang luas dan umum ,merupakan pernyataan tentang apa yang ingin dicapai organisasi dan biasanya dinyatakan tanpa hubungan dengan periode waktu terentu sasaran dikembangkan dalam proses perencanaan strategi
Menurut Gray dan Ricketts
Sasaran dikembagkan sebagai suatu bagian proses perencanaan organisasi .Sasaran adalah pernyataan yang menentukan arah organisasi pada jangka panjang disusun oleh manajemen puncak setelah meninjau lingkungan dalam mana organisasi beroperasi serta keahlian dan kemampuan yang dimiliki organisasi.Tujuan adalah lebih spesifik dibandingkan sasaran jika sasaran menentukan arah jangka panjang maka tujuan menentukan target-target khusus untuk dicapai dalam jangka waktu tertentu periode yang akan datang
Macam-Macam Tujuan Perusahaan
Biasanya suatu perusahaan tidak hanya mempunyai tujuan tunggal tetapi mereka mempunyai banyak tujuan yang ingin dicapai.
Glueck mengemukakan bahwa terdapat variasi perbedaan tujuan yang ingin dicapai /diburu oleh organisasi bisnis ,contohnya meliputi:
- Profatibilas
- Efesiensi
- Kepuasan dan pengembangan karyawan
- Kualitas produk atau jasa untuk langganan klien
- Tanggung jawab sosial dan hubungan atau nama baik dengan masyarakat
- Kepemimpinan pasar
- Maksimumisasi dividen atau harga saham untuk para pemegang saham
- Kelangsungan hidup
- Kemampuan beradaptasi
- Pelayanan masyarakat
Hal yang perlu diketahui dalam penentuan beberapa tujuan yang akan dicapai perusahaan
1.setiap perusahaan mempunyai jumlah tujuan yang berbeda dibandingkan perusahaan lain,dan umumnya satu perusahaan atau organisasi mem punyai beberapa tujuan
2.Tujuan organisasi dapat digolongkan kedalam tujuan jangka pendek , jangka menengah dan jangka panjang
3.Dengan adanya banyak tujuan dalam jangka pendek dan pada waktu tertentu umumnya di prioritas pencapaian pada beberapa tujuan yang di pertimbangkan lebih tinggi bobotnya dibandingkan dengn tujuan lain.
4.Terdapat perbedaan antara tujuan ofisial dengan tujuan operatif . Tujuan operisial berarti hasi-hasi akhir yang sesungguhnya dicari perusahaan dengan menganalisa perilaku para eksekutif didalam mengalokasi sumber-s umber.tujuan ofisial /tujuan resmi adalah tujuan yang secara resmi dinyatakan oleh perusahaan kepada publik tentang apa yag ingin dicari atau dicapai oleh perusahaan.
Manfaaat Tujuan
- Tujuan dapat membantu menetapkan organisassi yang sesuai dengan lingkungan nya
- Tujuan dapat membantu koordinasi keputsan-keputusan dan para pemuat keputusan
- Tujuan menyediakan standar untuk menilai prestasi organisasi.
- Tujuan memudah kan proses perumusan dan implementasi strategi perusahaan
Perumusan Tujuan
Secara tradisional dan historis suatu perusahaan dipandang sebagai lembaga ekonomi sehingga tujuan perusahaan sifatnya sederhana yaitu dinyatakan dalam ukuran efesiensi dan laba dan perusahaan memiliki tuuan tunggal yaitu mencari laba atau memaksimalkan laba.
Pada saat sekaranng perumusan tujuan perusahaan adalah masalah yang sifatnya komleks dan harus mempertimbangkan kepentinga semua pihak yang beradaptasi pada perusahaan sehinggan untuk menyusun tujuan perusahaan harus mempertimbangkan 3 faktor :
1.Realitas lingkungan dan saling berhubungan kekuatan eksternal
2.Realitas sumber-sumber dan saling berhubungan kekuatan internal perusahaan
3.Sistem nilai para eksekutif puncak
Kekhususan Tujuan
Tahap-tahap penentuan tujuan adalah :
1.Tidak ada tujuan formal
Sebagaian besar perusahaan kecil tidk mempunyai tujuan-tujuan formal atau tidak menyatakan tujuan secara formal
2.Perumusan tujuan umum biasaanya tidak dalam bentuk tertulis
Suatu saat administrator didasarkan pada keinginan umtuk memiliki tujuan sehingga mereka mulai merumuskan tujuan organisasi. Tetapi jika kita menanyakan kepada manajemen puncak tentang apa tujuan organisasi kita memperoleh jawaban tujuan yang sifatnya umum dan kita tidak dapat memperoleh tujuan secara tertulis
3.Perumusan umum tujuan tertulis.
Tahap berikutnya m erumuskan tujuan tertulis ,mungkin menampilkan dalam laporan tahuan
4.Perumusan tujuan-tujuan khusus
Para eksekutif menyusun tujuan-tujuan yang sifatnya lebih khusus /spesifik. Misalnya dari tujuan semua menaikan return on investment menjadi menaikan return on investment sebesar 6%
5.Perumusan dan ranking tujuan-tujuan khusus
Manajemen harus memperhitungkan trade-offs tujuan khusus .Pada tahap ini manajemen harus mempertimbangkan trade –offs diantara banyak tujuan .
Langganan:
Postingan (Atom)





